Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
Berita

Upacara Kemerdekaan di Candi Kidal Libatkan Mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang

KKN Kidal
22
×

Upacara Kemerdekaan di Candi Kidal Libatkan Mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang

Share this article
Upacara Kemerdekaan di Candi Kidal Libatkan Mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang
Sumber: PDD KKN UNIRA Desa Kidal 2026
Banner RawaMedia

Malang — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di kawasan Candi Kidal, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Senin (17/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk 18 mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang.

Pelaksanaan kegiatan berada di bawah Karang Taruna Garudeya Kidal yang mengoordinasikan rangkaian persiapan hingga pelaksanaan upacara. Selain mahasiswa KKN, peserta yang hadir terdiri atas 21 peserta dari unsur RT, 25 anggota organisasi masyarakat, 20 masyarakat umum, 10 peserta kesenian, 30 guru, serta 34 anggota pasukan menyanyi.

Sebelum upacara dimulai, panitia melakukan sejumlah persiapan, mulai dari pemasangan atribut, penataan kursi untuk tamu undangan, hingga pengecekan sound system. Peserta kemudian ditempatkan dalam beberapa barisan sesuai unsur masing-masing di depan kawasan Candi Kidal.

Upacara secara resmi dimulai sekitar pukul 08.40 WIB. Petugas upacara berjumlah delapan orang yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Hidaya Syaufi Taufik bertugas sebagai pemandu upacara, sedangkan pembacaan teks Proklamasi dilakukan oleh Biyanto. Ahmad Suwanto bertugas dalam bagian pembacaan acara, sementara H. Lukman Hadi bertugas sebagai protokol. Pemimpin peleton terdiri atas Devan, Reksa Aris, dan Ananda Priyan, dengan Sumarni sebagai dirigen.

PDD KKN UNIRA Desa Kidal 2026
 Sumber: PDD KKN UNIRA Desa Kidal 2026

Pengibaran Sang Merah Putih berlangsung sekitar pukul 09.02 WIB. Dalam pelaksanaannya, satu petugas perempuan berada di tengah dan didampingi dua petugas laki-laki di sisi kanan dan kiri. Mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang mengikuti upacara dengan mengenakan atribut batik sebagai bagian dari peserta.

Setelah rangkaian upacara, peserta mengikuti kegiatan hiburan berupa menyanyikan sejumlah lagu, termasuk lagu nasional dan Suwe Ora Jamu. Suasana berlangsung meriah ketika peserta turut berjoget mengikuti irama lagu. Rangkaian upacara kemudian berakhir sekitar pukul 09.21 WIB dan peserta dibubarkan.

Ketua Karang Taruna Garudeya Kidal, Devan, mengatakan pelaksanaan upacara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan yang melibatkan masyarakat Desa Kidal. Menurutnya, persiapan kegiatan membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kelompok kesenian dan pihak yang berwenang di kawasan Candi Kidal.

“Persiapannya agak ribet dari awal. Kita perlu berkoordinasi dengan pihak kesenian, mengundang mereka, memberikan undangan, serta meminta izin untuk melaksanakan acara di Candi. Jadi, para sesepuh Kidal juga dikumpulkan menjadi satu,” ujar Devan selaku Ketua Karang Taruna Garudeya Kidal.

Devan menjelaskan, kegiatan upacara di Candi Kidal pada awalnya belum menjadi agenda rutin. Karang Taruna kemudian kembali menginisiasi pelaksanaan upacara tersebut dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Dulu upacara itu tidak ada. Kemudian Karang Taruna bergerak lagi. Pertama kali kami coba-coba, ternyata banyak warga yang ikut. Akhirnya acaranya semakin besar. Pada tahun-tahun berikutnya, ada masyarakat yang bertanya, ‘Kapan upacaranya?’ Itu berarti masyarakat senang dengan acaranya dan antusias,” ujar Devan.

Menurut Devan, pelaksanaan upacara di kawasan Candi Kidal telah berlangsung sejak pertama kali digelar pada 2023 dan terus dikembangkan. Ia menilai kegiatan tersebut perlu dipertahankan karena telah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat.

“Iya, sudah bertahun-tahun, jadi perlu dikembangkan setiap tahunnya,” tutur Devan.

Rangkaian peringatan kemerdekaan di Desa Kidal tidak berhenti pada upacara. Devan menyebut masih terdapat sejumlah kegiatan lanjutan yang telah disiapkan, termasuk jalan sehat yang akan melibatkan masyarakat secara lebih luas.

“Ada acara lagi, jalan sehat tempatnya di SD dan mengundang semua warga. Jadi ini ada rangkaiannya, mulai dari lomba. Lomba itu ada dua, di Baran dan di Kidal. Selanjutnya kemarin ada tumpengan. Sebenarnya tumpengan itu tidak ada dalam rencana awal, tetapi warga meminta untuk diadakan tumpengan dan arak-arakan tumpeng. Akhirnya Karang Taruna menyetujuinya dan acara itu diserahkan kepada Karang Taruna,” jelas Devan.

Selain jalan sehat, rangkaian kegiatan juga direncanakan menghadirkan senam aerobik, senam zumba, serta penampilan dari siswa SD dan MI. Pihak kecamatan juga direncanakan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Acara puncaknya ada jalan sehat. Jalan sehat tanggal 30 Agustus, hari Minggu. Ada senam aerobik, senam zumba, penampilan dari SD dan MI, dan kita juga mengundang pihak kecamatan,” ujar Devan.

Devan menambahkan, terdapat pula rencana menghadirkan pasar jadul sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, meskipun pelaksanaannya masih dipertimbangkan karena persiapannya belum memungkinkan dilakukan dalam rangkaian kegiatan kali ini.

Dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang, upacara di kawasan Candi Kidal menjadi salah satu bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan yang dikelola masyarakat setempat. Kegiatan tersebut juga akan dilanjutkan dengan sejumlah agenda lain hingga jalan sehat sebagai acara puncak rangkaian peringatan.

Penulis: Elza Dhea Salsabila