Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
Berita

Kursi Panas KONI Kabupaten Malang: Musorkab Diwarnai Interupsi dan Protes Keras Salah Satu Kandidat

admin@rawamedia.com
42
×

Kursi Panas KONI Kabupaten Malang: Musorkab Diwarnai Interupsi dan Protes Keras Salah Satu Kandidat

Share this article
Kursi Panas KONI Kabupaten Malang: Musorkab Diwarnai Interupsi dan Protes Keras Salah Satu Kandidat
Banner RawaMedia

KEPANJEN, Rawamedia.com – Agenda Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Malang yang sedianya menjadi ajang mufakat bagi kemajuan olahraga, justru berubah menjadi palagan adu argumen yang sengit. Suasana di dalam ruang sidang mendadak memanas saat salah satu bakal calon ketua melontarkan protes keras terhadap prosedur yang dijalankan panitia pelaksana.

Ketegangan mulai terasa sejak pembacaan tata tertib pemilihan. Interupsi demi interupsi mewarnai jalannya sidang, hingga memancing reaksi dari para peserta musyawarah lainnya.

Inti dari protes yang dilayangkan berkaitan dengan aspek administratif dan transparansi proses verifikasi dukungan. Salah satu kandidat menilai ada celah dalam aturan main yang berpotensi merugikan pihak-pihak tertentu.

“Kami hanya ingin keadilan dan transparansi. Jika sejak awal proses administrasinya saja sudah dianggap remeh, bagaimana kita bisa menjamin masa depan prestasi atlet kita empat tahun ke depan?” ujar salah satu pendukung kandidat di sela-sela skorsing sidang, Sabtu (14/2/2026).

Pihak yang memprotes menuding adanya ketidakterbukaan tim penjaringan terkait jumlah dukungan sah dari Cabang Olahraga (Cabor) yang menjadi syarat mutlak pencalonan.

Menanggapi hujan interupsi tersebut, pimpinan sidang dan tim penjaringan berkali-kali mencoba menenangkan massa. Mereka menegaskan bahwa seluruh tahapan yang dilakukan sudah mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Dinamika dalam Musorkab itu hal biasa, itu bumbunya demokrasi olahraga. Namun, kami pastikan tim bekerja secara profesional dan sesuai regulasi yang telah disepakati bersama,” ungkap salah satu unsur pimpinan sidang.

Hingga berita ini diturunkan, jalannya pemilihan masih berlangsung alot. Perdebatan mengenai siapa yang berhak memberikan suara (voter) dan mekanisme pemungutan suara menjadi poin yang paling sulit ditembus kata sepakat.

Banyak pihak berharap agar kemelut ini tidak mengorbankan pembinaan atlet di Kabupaten Malang. Mengingat agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sudah di depan mata, kepastian nakhoda baru di tubuh KONI menjadi harga mati untuk menjaga stabilitas pembinaan prestasi.