Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
Berita

BMKG Imbau Masyarakat Bali, NTB dan NTT Siaga Hadapi Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

admin@rawamedia.com
41
×

BMKG Imbau Masyarakat Bali, NTB dan NTT Siaga Hadapi Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Share this article
BMKG Imbau Masyarakat Bali, NTB dan NTT Siaga Hadapi Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Banner RawaMedia

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan cuaca penting akibat perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S yang sedang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Meskipun sistem cuaca ini diprediksi bergerak menjauh dari wilayah Indonesia, BMKG menekankan bahwa dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca tetap perlu diwaspadai masyarakat di beberapa provinsi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menuturkan bahwa beberapa wilayah berpotensi mengalami curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) selama beberapa hari ke depan. Selain itu, gelombang laut dengan tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter juga diprakirakan muncul di sejumlah perairan.

Menurut BMKG, Bibit Siklon Tropis 93S terdeteksi terbentuk sejak pagi kemarin dengan pusat sirkulasi di sekitar selatan NTB dan kini termasuk dalam area pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta. Meskipun peluang berkembang menjadi siklon tropis penuh masih rendah, sistem cuaca ini tetap memberi kontribusi terhadap dinamika atmosfer yang menyebabkan perubahan pola cuaca di wilayah timur Indonesia.

Selain ancaman hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi di beberapa perairan seperti Laut Selatan Jawa Timur–NTT, Selat Bali, Selat Lombok, hingga perairan bagian selatan Alas. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pelaku pelayaran, nelayan, dan komunitas transportasi laut untuk menyesuaikan aktivitas mereka dengan informasi cuaca dari BMKG.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengimbau agar masyarakat, pemerintah daerah, serta media terus bersinergi dalam menyampaikan perkembangan cuaca secara akurat dan cepat. Ia juga mengingatkan agar informasi resmi selalu dijadikan rujukan utama demi keselamatan bersama.

“Siaran resmi dan data BMKG menjadi langkah awal untuk siap siaga menghadapi perubahan cuaca, khususnya di wilayah yang berisiko,” ujar Andri.

BMKG juga menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir serta daerah rawan banjir dan longsor. Masyarakat diimbau untuk senantiasa mengikuti informasi terbaru dan melakukan langkah antisipatif sesuai imbauan dari otoritas cuaca setempat.