LAMONGAN – Aksi pencurian pakaian dalam perempuan kembali membuat warga Lamongan resah. Kejadian terbaru bahkan terekam kamera CCTV dan menyebar di media sosial. Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Andanwangi, Gang 8, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan Kota, Kabupaten Lamongan.
Dalam rekaman CCTV berdurasi kurang lebih lima menit, terlihat seorang pria mengenakan jaket abu-abu mendekati pagar rumah warga. Perhatiannya tertuju pada jemuran yang berada di dalam area rumah. Pelaku tampak mengamati situasi sekitar lebih dulu sebelum menjalankan aksinya.
Cara yang digunakan pelaku juga terbilang tidak biasa. Ia memanfaatkan kayu panjang untuk mengait pakaian dalam yang tergantung di jemuran melingkar. Dengan gerakan yang hati-hati, pelaku berusaha mengambil barang incarannya tanpa menimbulkan kecurigaan dari penghuni rumah maupun warga sekitar.
Hanya dalam waktu singkat, pelaku berhasil membawa tiga pakaian dalam milik korban. Aksi ini diduga tidak dilakukan sendirian, melainkan oleh tiga orang yang diduga berbagi peran. Salah satu di antaranya disebut sempat berpura-pura mencari tokek atau cicak di dinding rumah agar gerak-gerik mereka tidak menimbulkan kecurigaan.
Kejadian itu baru diketahui pada pagi hari saat keluarga korban hendak mengambil jemuran. Setelah menyadari ada pakaian dalam yang hilang, mereka kemudian memeriksa rekaman CCTV. Dari hasil pengecekan itulah terlihat jelas adanya orang tak dikenal yang mengambil pakaian dalam menggunakan kayu dari luar pagar rumah.
Menurut keterangan warga setempat, aksi serupa disebut bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Warga mengaku sudah beberapa kali mengalami kejadian yang hampir sama, meski pelakunya diduga berbeda. Kondisi ini membuat warga, terutama kaum perempuan, merasa tidak tenang karena khawatir kejadian serupa kembali terulang.
Walau nilai kerugian secara materi tidak terlalu besar, dampak yang ditimbulkan tidak bisa dianggap sepele. Peristiwa seperti ini memunculkan rasa takut, tidak nyaman, dan kekhawatiran di lingkungan tempat tinggal warga. Karena itu, masyarakat berharap pihak berwenang segera mengambil langkah agar aksi serupa tidak terus berulang dan keamanan lingkungan tetap terjaga.









