Pemerintah Provinsi Aceh kembali mengintensifkan upaya pemulihan pascabanjir dan longsor dengan mengirim 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak bencana di sejumlah kabupaten. Pengiriman ini merupakan tahap kedua dari operasi bakti sosial yang dilakukan sejak akhir Desember 2025.
Tahap Kedua Bakti Sosial: Fokus Kembali pada Sekolah
Relawan ASN ini ditugaskan secara mandiri oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), tanpa pelepasan secara komunal seperti pada tahap pertama. Cara ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas di jalur penugasan, terutama di sekitar jembatan darurat penghubung Kabupaten Bireuen.
Menurut Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, penugasan ini menitikberatkan pada pembenahan ruang belajar karena sekolah akan kembali dibuka pada 5 Januari 2026, khususnya di area yang paling terdampak, seperti Aceh Tamiang.
Kolaborasi dengan Instansi Lain untuk Pemulihan Cepat
Para relawan ASN tidak bekerja sendiri. Mereka berkoordinasi dengan berbagai pihak, antara lain:
-
BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
-
TNI/Polri
-
Relawan masyarakat lokal
-
Dinas pendidikan dan pemerintahan kabupaten/kota
Kolaborasi ini bertujuan agar proses pembersihan sekolah dan fasilitas pendidikan dapat berlangsung cepat dan efektif.
“Partisipasi lintas instansi mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan sehingga anak-anak kita dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman,” kata Dr. Aisyah Nurul, Pengamat Kebencanaan dan Pendidikan yang memantau langsung kegiatan di lapangan.
Prioritas: Sekolah Siap Digunakan Kembali
Penugasan ASN difokuskan pada:
- Membersihkan ruang kelas dari lumpur dan material pascabanjir
- Menata kembali area sekolah yang rusak akibat longsor
- Memastikan fasilitas pendukung seperti toilet dan ruang guru kembali layak pakai
Langkah ini menjadi bagian dari persiapan pembukaan kembali aktivitas sekolah, sekaligus menjawab arahan dari Dinas Pendidikan Aceh agar proses belajar mengajar tetap berjalan pada awal Januari 2026 — meski beberapa fasilitas mungkin belum sepenuhnya pulih.
Dukungan Pemerintah & Harapan Masyarakat
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN dan SKPA yang telah bekerja keras sejak masa tanggap darurat hingga pembersihan sekolah. Solidaritas ini menunjukkan semangat Aceh untuk bangkit bersama pascabanjir,” ungkap Nasir saat rapat persiapan tahap kedua.
Ia juga menegaskan pentingnya kesiapan fasilitas pendidikan agar tidak ada kendala berarti dalam proses belajar mengajar.
Dampak & Tantangan di Lapangan
Aksi pembersihan sekolah ini diharapkan dapat memulihkan stabilitas sosial masyarakat, terutama anak-anak yang terdampak. Namun, proses ini tidak tanpa tantangan mengingat banyak fasilitas sekolah mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Menurut Komunitas Relawan Pendidikan Aceh, “Percepatan pembersihan dan perbaikan fasilitas sangat penting agar semangat belajar anak tidak down karena kondisi sekolah yang belum layak.”
Pemerintah Aceh mengerahkan 4.000 ASN untuk membersihkan sekolah yang terdampak banjir dan tanah longsor dalam tahap kedua operasi bakti sosial. Sinergi ASN dengan BNPB, TNI/Polri, dan masyarakat diharapkan mempercepat proses pemulihan fasilitas pendidikan menjelang kembali dimulainya proses belajar pada 5 Januari 2026. Kegiatan ini mencerminkan soliditas pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama bangkit pascabanjir dan longsor di berbagai wilayah Aceh.









