Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
BeritaInternasional

Media Inggris Soroti Ibu Kota Nusantara (IKN): Terancam Jadi “Kota Hantu”

admin@rawamedia.com
60
×

Media Inggris Soroti Ibu Kota Nusantara (IKN): Terancam Jadi “Kota Hantu”

Share this article
Media Inggris Soroti Ibu Kota Nusantara (IKN): Terancam Jadi “Kota Hantu”
Banner RawaMedia

Jakarta – Media Inggris The Guardian menyoroti proyek pembangunan ibu kota baru Indonesia, IKN di Kalimantan Timur, dan menyebut adanya risiko bahwa kawasan itu bisa berubah menjadi “kota hantu”.

Dalam laporannya, The Guardian memuat gambaran jalan-jalan di IKN yang tampak lengang meskipun infrastruktur besar telah mulai didirikan—bandara, gedung pemerintahan, dan apartemen. Namun jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi masih jauh dari target.

Alasan Kekhawatiran

Beberapa faktor yang memicu sorotan negatif tersebut antara lain:

  • Pendanaan negara untuk pembangunan IKN dikabarkan menurun drastis, dari sekitar £2 miliar pada 2024 menjadi £700 juta pada 2025, dan hanya diproyeksikan £300 juta untuk tahun berikutnya.

  • Investasi swasta yang dijanjikan belum masuk sesuai target, sehingga percepatan pembangunan terhambat.

  • aktivitas ekonomi lokal yang semula tumbuh di sekitar IKN kini mulai melambat; beberapa pelaku usaha kecil mendapati pengunjung dan pekerja konstruksi menurun.

Tanggapan Otorita

Pihak Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan bahwa pembangunan tetap berjalan dan komitmen politis masih ada, meski adaptasi skema pendanaan dilakukan. “Pendanaannya ada, komitmen politiknya ada. Kenapa harus diragukan?” ujar Kepala OIKN.

Implikasi dan Catatan

Jika skenario optimis batal tercapai, IKN bisa menghadapi beberapa risiko:

  • Jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang minim dapat membuat kawasan terasa sepi, mendekati gambaran “kota hantu”.

  • Proyek ambisius seperti IKN memerlukan ekosistem investasi dan ekonomi yang kuat agar tidak hanya menjadi simbol fisik tanpa kehidupan.

  • Masyarakat lokal dan pelaku usaha yang tergantung pada kehadiran pekerja dan aktivitas pembangunan bisa merasakan dampak jika laju pembangunan melambat.