Mahasiswa KKN Kelompok 6 Tumpang Universitas Islam Raden Rahmat Malang (Unira) menyosialisasikan program kerja kepada Pemerintah Desa Kidal dan lintas elemen Masyarakat. Selasa (28/7/2026) pukul 18.30–20.00 WIB di Balai Desa Kidal. Kegiatan tersebut diikuti oleh 21 mahasiswa sebagai langkah awal membangun kolaborasi dalam pelaksanaan program kerja KKN.
Sosialisasi mengusung tema “Mewujudkan Pelestarian Candi Kidal melalui Pemberdayaan dan Partisipasi Aktif Masyarakat Desa Kidal.” Tema tersebut menjadi dasar penyusunan program kerja yang selaras dengan potensi dan kebutuhan Desa Kidal.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Kidal Ahmad Taufik, perangkat desa, tokoh Batik Garudeya, Karang Taruna, TP PKK, serta perwakilan lembaga pendidikan SD, MI, KB, dan RA di Desa Kidal. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program kerja KKN.
Sosialisasi program kerja bertujuan memperkenalkan rencana kegiatan KKN kepada pemerintah desa dan lintas elemen masyarakat. Melalui kegiatan ini, setiap pihak memperoleh informasi mengenai tujuan, bentuk kegiatan, serta perannya dalam mendukung pelaksanaan program selama masa KKN.
Selain memperkenalkan program kerja, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan pemerintah desa serta berbagai elemen masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan setiap program kerja.
Program kerja yang dipaparkan meliputi program utama dan program pendukung yang telah disusun berdasarkan hasil observasi serta kebutuhan masyarakat Desa Kidal. Setelah pemaparan materi, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, saran, dan masukan melalui sesi diskusi.
Usai pemaparan program kerja, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan masukan terhadap program yang telah dipresentasikan. Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Kidal Ahmad Taufik menanyakan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan program kerja utama di tengah banyaknya program kerja tambahan yang telah disusun.
“Dengan banyaknya program itu apakah tidak mengganggu program pokok maksudnya program tambahan ini, apakah tidak menggangu program utama?” tanya Ahmad Taufik. Menanggapi pertanyaan tersebut, Muhammad Arif Habibi, Koordinator KKN Kelompok 6 Tumpang Universitas Islam Raden Rahmat Malang, menjelaskan bahwa seluruh program telah disusun berdasarkan skala prioritas sehingga program utama tetap menjadi fokus selama pelaksanaan KKN.
“Program kerja utama tetap menjadi prioritas kami. Program kerja tambahan disusun sebagai pendukung sehingga tidak akan mengganggu pelaksanaan program utama. Melalui sosialisasi ini, kami juga berharap seluruh program dapat berjalan dengan baik melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat,” ujar Muhammad Arif Habibi.

Diskusi berlangsung secara interaktif. Selain mengajukan pertanyaan, peserta juga memberikan berbagai masukan dan saran terhadap program yang dipaparkan agar pelaksanaannya lebih sesuai dengan kebutuhan serta potensi Desa Kidal.
Masukan yang disampaikan peserta menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa KKN dalam menyempurnakan pelaksanaan program kerja. Dengan demikian, kegiatan yang akan dilaksanakan diharapkan lebih sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan potensi Desa Kidal.
Kegiatan sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh upaya mewujudkan pelaksanaan program KKN yang selaras dengan tema pengembangan desa sebagai destinasi wisata berbasis alam, religi, dan budaya. Oleh karena itu, mahasiswa KKN terlebih dahulu membangun kesepahaman dengan pemerintah desa dan masyarakat sebelum program kerja dilaksanakan.
Penulis : Elza Dhea Salsabila









