Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
Berita

Jadwal 1 Ramadan, Lebaran & Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah, Ini Tanggalnya

admin@rawamedia.com
37
×

Jadwal 1 Ramadan, Lebaran & Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah, Ini Tanggalnya

Share this article
Jadwal 1 Ramadan, Lebaran & Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah, Ini Tanggalnya
Banner RawaMedia

Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi telah menetapkan tanggal penting dalam kalender Islam tahun 2026, mencakup awal bulan Ramadan 1447 Hijriah, Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal), serta Idul Adha (10 Zulhijah) berdasarkan perhitungan Khalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Keputusan ini diumumkan menjelang memasuki bulan Syakban 1447 H.

1. Awal Ramadan 1447 H

Menurut maklumat yang dirilis, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini berdasarkan hasil perhitungan astronomis dan hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, terutama pada posisi hilal (bulan sabit).

“Penentuan awal Ramadan melalui hisab hakiki wujudul hilal memberikan kepastian waktu bagi umat untuk memulai ibadah puasa, sekaligus membantu perencanaan aktivitas sosial dan ibadah secara tertata,” ujar Dr. Ahmad Fikri, pakar fikih dan ilmu hisab dari Universitas Islam Indonesia.

2. Idul Fitri 1447 H / Lebaran 2026

Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan, Idul Fitri 1447 H versi Muhammadiyah dipastikan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Hal ini karena ijtimak atau konjungsi bulan menjelang Syawal terjadi lebih awal sehingga tanggal 1 Syawal ditetapkan mengikuti perhitungan astronomis yang digunakan oleh Muhammadiyah.

“Tahun ini kita menyaksikan bahwa penggunaan pendekatan kalender global tunggal memberi konsistensi antara waktu ibadah dan perayaan hari besar secara ilmiah dan praktis,” tambah Prof. Siti Nurhayati, pakar astronomi Islam.

3. Idul Adha 1447 H / Hari Raya Kurban

Tidak hanya Ramadan dan Lebaran, Muhammadiyah juga menetapkan Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Hari besar ini dikenal sebagai puncak ibadah kurban setelah periode Haji di bulan Zulhijah.

“Penetapan Idul Adha yang lebih awal memungkinkan masyarakat mempersiapkan ibadah kurban dengan lebih matang, khususnya bagi para peternak dan panitia kurban di komunitas,” ungkap Ustadz Hasan Alwi, pendakwah dan penulis buku kalender dan hisab.

Perbedaan dengan Penetapan Pihak Lain

Meskipun Muhammadiyah sudah menetapkan jadwal tersebut, potensi perbedaan tanggal dengan versi pemerintah maupun organisasi Islam lain tetap ada. Misalnya, pendekatan hisab rukyat yang dipakai Nahdlatul Ulama (NU) atau hasil Sidang Isbat Kementerian Agama RI bisa berbeda, karena penetapan awal bulan juga mempertimbangkan hasil pengamatan hilal langsung.

Contohnya:

  • Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 18 Februari 2026,

  • Sedangkan prediksi pemerintahan melalui sidang isbat biasanya dilakukan mendekati akhir Syakban dan bisa saja jatuh 19 Februari 2026.

Perbedaan ini bukan hal baru dalam tradisi Islam, dan pengalaman umat Muslim selama beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya perbedaan kecil dalam penetapan kalender hijriah antar kelompok.

Pentingnya Kalender yang Konsisten

Menurut Dr. Hendra Wijaya, ahli hisab dan kalender Islam nasional:
“Penggunaan kalender hijriah yang konsisten berdasarkan kaidah ilmiah seperti yang dilakukan Muhammadiyah membantu umat dalam perencanaan ibadah, pendidikan, serta aktivitas sosial terkait kalender Islam.”

Ia menambahkan bahwa pendekatan astronomi dan hisab global juga bisa turut mengurangi ketidakpastian penetapan awal Ramadan dan hari besar lainnya, meskipun perbedaan metode dalam komunitas Islam tetap harus dihormati.

Ringkasan Jadwal Islam 2026 Versi Muhammadiyah

Perayaan Tanggal Versi Muhammadiyah
1 Ramadan 1447 H 18 Februari 2026 (Rabu)
1 Syawal 1447 H (Idul Fitri) 20 Maret 2026 (Jumat)
10 Zulhijah 1447 H (Idul Adha) 27 Mei 2026 (Rabu)

Muhammadiyah telah mengumumkan secara resmi jadwal penting ibadah Islam untuk 2026, mencakup awal puasa Ramadan, Lebaran (Idul Fitri), dan Idul Adha 1447 Hijriah. Penetapan ini berdasarkan perhitungan hisab hakiki dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menjadi rujukan organisasi tersebut. Meski terdapat potensi perbedaan dengan pemerintah atau kelompok lain, pengumuman ini memberi banyak umat Muslim kesempatan merencanakan ibadah dan kegiatan ramadhan secara tertata.