JAKARTA – Di saat umat Muslim tengah merayakan hari kemenangan Idul Fitri dengan penuh kesucian, sebuah rekaman video mengejutkan justru viral di jagat maya. Seorang pria yang diduga kuat sebagai oknum anggota TNI tertangkap kamera tengah melakukan aktivitas yang diduga sebagai transaksi narkotika tepat pada hari pertama Lebaran.
Insiden yang mencederai integritas institusi tersebut menjadi perbincangan hangat setelah unggahan videonya tersebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman yang beredar, pelaku tampak tidak sadar bahwa gerak-geriknya tengah diawasi oleh lensa kamera.
Berdasarkan pengamatan dari video yang viral tersebut, pria yang diduga oknum aparat itu terlihat mengenakan jaket biasa untuk menutupi identitasnya. Namun, kecurigaan publik menguat lantaran ia masih menggunakan celana seragam loreng khas militer yang tidak tertutup sempurna.
Aksi transaksi tersebut berlangsung cukup singkat di sebuah lokasi yang diduga berada di kawasan Jakarta Pusat. Pelaku terlihat melakukan pertukaran barang dengan orang lain secara terburu-buru, sebuah pola yang identik dengan aktivitas jual-beli barang terlarang di ruang publik.
“Sangat disayangkan, di hari pertama Lebaran yang seharusnya jadi momen fitri, justru dicoreng oleh perilaku oknum yang seperti ini,” tulis salah satu komentar netizen yang merefleksikan kekecewaan publik.
Masalah keterlibatan oknum aparat dalam pusaran narkoba merupakan pelanggaran disiplin dan pidana yang sangat serius di lingkungan militer. TNI selama ini dikenal memiliki kebijakan zero tolerance atau nol toleransi terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika oleh anggotanya.
Hingga saat ini, identitas pasti maupun satuan dari oknum tersebut masih dalam tahap penelusuran oleh pihak berwenang. Meski video tersebut sudah menjadi konsumsi publik, diperlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak Polisi Militer (POM) untuk memastikan apakah pria dalam video tersebut benar-benar prajurit aktif atau warga sipil yang menggunakan atribut militer.
Munculnya kasus ini di hari raya memicu desakan kuat dari masyarakat agar pimpinan TNI segera turun tangan melakukan investigasi mendalam. Jika terbukti benar bahwa yang bersangkutan adalah anggota aktif, maka sanksi berat berupa Pemecatan Dengan Tidak Hormat (PDTH) hingga hukuman penjara dipastikan menanti sesuai dengan aturan hukum militer yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat sekaligus tantangan bagi pengawasan internal di lingkungan korps agar tidak ada lagi oknum yang menyalahgunakan atribut dan kedudukannya untuk melakukan tindakan melawan hukum, terutama di hari yang sakral bagi masyarakat Indonesia.









