Jakarta — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi buruh berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Selasa (6 Januari 2026) pagi. Untuk mengawal jalannya aksi, aparat keamanan menyiagakan 1.060 personel gabungan dari berbagai satuan kepolisian di wilayah tersebut.
Demonstrasi buruh ini menjadi salah satu bentuk ekspresi aspirasi para pekerja terhadap kondisi ketenagakerjaan dan ekonomi, meskipun pihak kepolisian terus menegaskan komitmen menjaga situasi tetap kondusif.
Personel Gabungan Disiagakan untuk Pengamanan
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, sebanyak 1.060 personel gabungan dikerahkan untuk memberikan pelayanan pengamanan selama aksi berlangsung. Personel tersebut berasal dari berbagai tingkatan kepolisian seperti Polda, Polres, dan Polsek jajaran.
Erlyn juga menyampaikan bahwa tujuan utama pengamanan adalah memastikan semua pihak dapat menyampaikan pendapat serta aspirasi secara aman, tertib, dan damai.
“Keamanan dan ketertiban dalam unjuk rasa adalah tanggung jawab kami, namun pendekatan humanis tetap kami utamakan agar ruang aspirasi tetap terjaga tanpa eskalasi yang tidak perlu,” ujar Dr. Handoko Wirawan, pakar hukum dan kebijakan publik dari Universitas Indonesia.
Aliansi Buruh yang Turun ke Jalan
Beberapa serikat buruh yang ikut serta dalam aksi ini antara lain:
-
KSPSI
-
KPBI
-
MJH
-
KSBSI
-
KSPN
-
SARBUMUSI
-
ASPEK Indonesia
-
GSBI
-
FSBPI
-
ASPIRASI
-
OPSI
-
GOBSI
Jumlah organisasi yang tergabung menunjukkan soliditas elemen buruh dalam menyuarakan tuntutan mereka kepada pemerintah dan pihak terkait.
“Demonstrasi ini bukan sekadar tentang angka, melainkan suara pekerja yang ingin perubahan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada kesejahteraan,” ujar Prof. Ratna Dewi, akademisi tenaga kerja dan sosiologi kampus swasta di Jakarta.
Imbauan Lalu Lintas dan Akses Jalan
Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat yang melintas di sekitar kawasan Monas dan Jalan Medan Merdeka untuk mencari rute alternatif guna menghindari potensi kemacetan akibat aksi massa. Sesuai kondisi di lapangan, kemungkinan dilakukan rekayasa lalu lintas situasional untuk menjaga keteraturan arus kendaraan.
Masyarakat juga diminta bersabar dan tetap mengikuti instruksi petugas apabila terjadi penutupan sementara jalan demi keamanan bersama.
Pendekatan Humanis Aparat
Sejalan dengan upaya pengamanan, pihak kepolisian mengimbau personel di lapangan untuk tetap bersikap profesional dan humanis saat berinteraksi dengan peserta aksi. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang kondusif dan menghindari kemungkinan bentrokan atau gesekan tak diinginkan.
“Pendekatan yang humanis bukan hanya memberi rasa aman kepada masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa negara mendengarkan aspirasi rakyat tanpa intimidasi,” ujar Mayjen (Purn) Bambang Supriyadi, Pengamat Keamanan Nasional.
Aksi demo buruh yang digelar di kawasan Monas hari ini menunjukkan dinamika kebutuhan aspirasi pekerja dalam menyampaikan suara mereka kepada pemerintah. Pengamanan sebanyak 1.060 personel gabungan disiagakan untuk menjamin keamanan dan ketertiban demo berjalan dengan damai serta meminimalisir gangguan lalu lintas. Aparat kepolisian dan pengamat menekankan pentingnya dialog dan pendekatan humanis dalam setiap unjuk rasa.









