Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
Berita

Uji Kesabaran di Bulan Suci: Viral Polwan Mabes Polri Relakan Sorban Putihnya Dicoret-coret Mahasiswa

admin@rawamedia.com
35
×

Uji Kesabaran di Bulan Suci: Viral Polwan Mabes Polri Relakan Sorban Putihnya Dicoret-coret Mahasiswa

Share this article
Uji Kesabaran di Bulan Suci: Viral Polwan Mabes Polri Relakan Sorban Putihnya Dicoret-coret Mahasiswa
Banner RawaMedia

Rawamedia.com – Pemandangan kontras mewarnai aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia (UI) dan sejumlah kampus lain di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026). Di tengah teriakan orator yang menuntut keadilan, seorang Polisi Wanita (Polwan) menjadi sorotan karena ketenangannya saat atribut keagamaannya dijadikan media protes oleh massa aksi.

Dalam potongan video yang viral di media sosial, Polwan yang tengah bertugas mengawal demonstrasi tersebut tampak mengenakan hijab dan sorban putih—sebuah atribut khusus yang digunakan Polri sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci Ramadan. Namun, suasana mendadak tegang ketika beberapa mahasiswa mulai mendekat dan menuliskan kata “PEMBUNUH” dengan spidol hitam di kain sorban miliknya.

Protes Atas Kasus Kematian Siswa di Tual

Aksi mahasiswa berjaket kuning ini merupakan respons emosional atas kasus kematian tragis seorang siswa berinisial AT di Tual, Maluku, yang diduga melibatkan oknum anggota Brimob. Mahasiswa menuntut transparansi dan pengusutan tuntas atas insiden yang merenggut nyawa pelajar tersebut.

Alih-alih bereaksi keras atau menghalangi aksi corat-coret tersebut, sang Polwan justru memilih untuk tetap diam dan berdiri mematung. Ia membiarkan kain putih di pundaknya dipenuhi tulisan bernada protes sebagai bentuk pelayanan dan pengamanan yang humanis di tengah emosi massa yang meluap.

Kesaksian Peserta Aksi

Raka (22), salah satu mahasiswa yang ikut dalam barisan aksi tersebut, mengaku sempat terenyuh melihat ketenangan sang Polwan. Ia menilai pendekatan yang dilakukan kepolisian kali ini terasa sangat berbeda dan lebih mendinginkan suasana.

“Jujur, awalnya tensi sangat tinggi karena teman-teman sangat emosional soal kasus di Tual. Tapi saat melihat ibu Polwan itu tetap tenang dan bahkan tidak marah meski sorbannya dicoret-coret, kami jadi merasa segan sendiri. Itu justru meredam emosi massa yang hampir meledak,” ungkap Raka saat ditemui di sela-sela aksi.

Instruksi Pengamanan Humanis

Menanggapi kejadian ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memberikan apresiasi kepada jajarannya. Ia menegaskan bahwa instruksi utama dalam pengamanan demo kali ini adalah mengedepankan kesabaran, terlebih saat menjalankan ibadah di bulan puasa.

“Rasa sabar itu paling utama. Dengan polisi yang tidak terpancing dan tidak terprovokasi meski dimaki atau dicoret-coret, justru tercipta ketenangan dalam proses pengamanan ini,” jelas Budi kepada awak media.

Aksi tersebut berakhir kondusif menjelang waktu berbuka puasa. Meski sorban putih sang Polwan kini penuh noda tinta spidol, sikapnya menuai simpati luas sebagai cerminan kesabaran seorang petugas yang sedang mengemban tugas negara sekaligus menjaga imannya.