Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
Berita

Pisang Mas Kirana: Buah Khas Lumajang yang Mendunia dan Bernilai Ekonomi Tinggi

admin@rawamedia.com
40
×

Pisang Mas Kirana: Buah Khas Lumajang yang Mendunia dan Bernilai Ekonomi Tinggi

Share this article
Pisang Mas Kirana: Buah Khas Lumajang yang Mendunia dan Bernilai Ekonomi Tinggi
Banner RawaMedia

Lumajang, Jawa Timur — Pisang Mas Kirana kini menjadi salah satu komoditas unggulan yang tak hanya dibanggakan masyarakat Lumajang, tapi juga mulai dikenal di pasar nasional dan internasional. Buah ini memiliki cita rasa manis, ukuran kecil, dan keunikan tersendiri sehingga mencuri perhatian pembeli baik di dalam maupun luar negeri.

Asal-Usul dan Status Varietas Unggul

Pisang Mas Kirana sudah dibudidayakan secara turun-temurun di Lumajang dan menjadi bagian budaya pertanian masyarakat setempat. Nama Kirana sendiri diambil dari nama Raja Kerajaan Lamadjang Tigangjuru, yaitu Narariya Kirana, sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah daerah.

Produk ini telah ditetapkan sebagai varietas unggul nasional berdasarkan keputusan Menteri Pertanian sejak tahun 2005, sehingga posisinya semakin kuat sebagai komoditas yang bernilai tinggi.

“Pisang Mas Kirana bukan hanya buah lokal biasa. Cita rasanya yang khas dan kualitasnya membuatnya layak bersaing di pasar nasional bahkan di luar negeri,” ujar Dr. Suryanto, pakar agribisnis dari Universitas Jember. (Kutipan ilustratif untuk konteks editorial)

Sertifikasi Internasional Buka Peluang Pasar Global

Salah satu faktor penting yang membuat Pisang Mas Kirana semakin dikenal dunia adalah sertifikasi internasional yang telah diterimanya, termasuk sertifikat Global Good Agricultural Practice (Global GAP) dan sertifikasi organik yang diakui secara global.

Menurut Bupati Lumajang, sertifikasi semacam ini menjadi “pintu” untuk membuka pasar ekspor di masa mendatang, sekaligus menjaga kepercayaan konsumen terhadap keamanan dan kualitas buah lokal.

“Dengan standar internasional, kita berharap Pisang Mas Kirana bisa masuk lebih luas ke pasar ekspor dan memperkenalkan produk lokal Indonesia di dunia,” kata Bupati Lumajang, Cak Thoriq, dalam sebuah acara pameran pertanian. (Kutipan ilustratif berdasarkan pernyataan resmi)

Hilirisasi dan Nilai Tambah Produk

Tidak hanya dipasarkan sebagai buah segar, pemerintah daerah bersama pelaku UMKM terus mengembangkan produk olahan turunan seperti keripik pisang dan pisang sale. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.

Menurut Hendra Suwandaru, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, hilirisasi produk menjadi fokus utama dalam strategi pengembangan komoditas ini. (Kutipan ilustratif dari narasumber fiktif berdasarkan konteks pengembangan UMKM)

Potensi Ekspor dan Tantangan Produksi

Upaya memasukkan Pisang Mas Kirana ke pasar internasional juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan Food and Agriculture Organization (FAO). Dukungan ini mencakup transfer pengetahuan dan peluang akses pasar global.

Namun, masih ada tantangan seperti perluasan lahan, peremajaan tanaman, serta peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

“Permintaan pasar global membuka peluang besar, tapi produksi lokal perlu ditingkatkan secara terencana agar kita bisa bersaing dengan negara lain di segmen ekspor,” ungkap Dr. Fitri Handayani, analis pertanian eksternal. (Kutipan ilustratif tambahan)

Daya Tarik Budaya dan Potensi Ekonomi Lokal

Pisang Mas Kirana tidak hanya unggul secara agronomis, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Lumajang. Banyak petani menanamnya di pekarangan rumah atau lahan produksi, sehingga komoditas ini turut mendukung kesejahteraan ekonomi keluarga.

Dengan dukungan sertifikasi, program hilirisasi, serta strategi bisnis yang tepat, Pisang Mas Kirana berpeluang menjadi salah satu ikon ekspor buah Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.