Jakarta – Program Internet Rakyat dengan tarif Rp100.000 per bulan yang digagas pemerintah diprediksi membawa dampak besar terhadap peta persaingan industri telekomunikasi nasional. Menurut laporan Center of Economic and Law Studies (Celios), kebijakan ini akan membuat kompetisi antara penyedia layanan internet semakin merata, terutama di wilayah yang selama ini masih sulit menjangkau layanan broadband berkualitas.
Celios menilai bahwa harga layanan internet yang lebih terjangkau dapat mendorong pemerataan akses digital hingga ke daerah pelosok. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan literasi digital, memperluas inklusi ekonomi, sekaligus memperkuat peluang usaha lokal yang sangat bergantung pada koneksi internet stabil.
Dampak terhadap Industri Telekomunikasi
Kehadiran layanan internet murah ini diperkirakan akan memaksa operator seluler hingga penyedia internet rumahan untuk melakukan penyesuaian. Celios menyebut kompetisi akan semakin sehat karena masyarakat memiliki lebih banyak pilihan layanan dengan harga yang bersaing.
Selain itu, program ini membuka peluang bagi pemain kecil untuk ikut bertumbuh, sehingga dominasi segelintir perusahaan besar di pasar internet bisa berkurang. Konsumen pun berpotensi mendapatkan kualitas layanan yang lebih baik berkat kompetisi yang memaksa inovasi.
Manfaat Ekonomi dan Sosial
Pemerintah menargetkan bahwa Internet Rakyat akan mempercepat transformasi digital, terutama dalam sektor pendidikan, UMKM, dan layanan publik. Akses murah dan stabil diharapkan menjadi pendorong aktivitas ekonomi baru, termasuk kerja jarak jauh, perdagangan digital, serta pemanfaatan layanan pemerintah berbasis online.
Celios menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal harga internet yang lebih terjangkau, tetapi juga terkait upaya memperkecil kesenjangan digital di seluruh Indonesia.









