Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
Berita

Perumda Tirta Kanjuruhan Respons Penolakan Warga Putukrejo soal Proyek SPAM Sumber Wadon

admin@rawamedia.com
57
×

Perumda Tirta Kanjuruhan Respons Penolakan Warga Putukrejo soal Proyek SPAM Sumber Wadon

Share this article
Perumda Tirta Kanjuruhan Respons Penolakan Warga Putukrejo soal Proyek SPAM Sumber Wadon
Banner RawaMedia

Malang – Rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh Perumda Tirta Kanjuruhan di kawasan Sumber Wadon, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, menuai penolakan dari sejumlah warga. Mereka menyuarakan kekhawatiran bahwa keberadaan proyek tersebut bisa berdampak pada ketersediaan air bersih dan irigasi yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

Sejumlah warga mengaku belum mendapatkan sosialisasi yang memadai seputar rencana pembangunan, sehingga muncul keresahan karena informasi dirasa belum jelas. Mereka juga menyinggung soal potensi gangguan terhadap sumber air yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti pertanian dan pengelolaan air lokal (HIPPAM).

Aksi protes warga beberapa waktu lalu sempat membuat pekerjaan di lokasi terhenti sementara. Alat berat yang sebelumnya berada di sekitar area proyek pun dipindahkan menunggu kepastian kelanjutan pembangunan.

Respons Perumda Tirta Kanjuruhan

Menanggapi penolakan tersebut, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa pembangunan SPAM Sumber Wadon telah melalui proses administrasi yang lengkap. Ia menegaskan bahwa seluruh perizinan yang dibutuhkan sudah sesuai dengan ketentuan.

Syamsul Hadi juga menyampaikan bahwa proyek ini bertujuan meningkatkan layanan air bersih, khususnya bagi wilayah yang selama ini dinilai belum terlayani optimal. Menurutnya, pembangunan dilakukan di lahan sempadan sungai yang merupakan aset Kementerian PUPR, sehingga tidak ada lahan warga yang digunakan.

Terkait permintaan kompensasi, ia menilai hal tersebut berbeda konteks karena pembangunan tidak mengambil tanah milik penduduk. Meski begitu, Perumda tetap membuka ruang dialog dengan warga agar proyek berjalan tanpa memunculkan kesalahpahaman.

Permintaan Warga dan Upaya Penyelesaian

Warga berharap adanya komunikasi yang lebih transparan sebelum proyek dilanjutkan. Mereka meminta penjelasan menyeluruh terkait dampak lingkungan, aliran air, serta skema penyediaan air bersih apabila SPAM mulai beroperasi.

Selain itu, warga ingin memastikan pembangunan tidak mengurangi debit air yang selama ini dipakai untuk kebutuhan pertanian maupun penggunaan rumah tangga. Mereka menegaskan bahwa penolakan muncul bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan agar akses air bersih masyarakat tetap terjaga.

Hingga kini, pihak terkait masih berupaya mencari titik temu. Baik Perumda Tirta Kanjuruhan maupun warga Putukrejo sama-sama berharap ada solusi yang adil dan tidak merugikan salah satu pihak.