Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
BeritaInternasional

UBS & BlackRock Aktif Rotasi Saham BUMI, Investor Asing Tak Jenuh

admin@rawamedia.com
105
×

UBS & BlackRock Aktif Rotasi Saham BUMI, Investor Asing Tak Jenuh

Share this article
UBS & BlackRock Aktif Rotasi Saham BUMI, Investor Asing Tak Jenuh
Banner RawaMedia

UBS Group AG, BlackRock, serta beberapa investor asing kembali mencermati posisi mereka di saham PT Bumi Resources Tbk (kode: BUMI). Dalam beberapa pekan terakhir, mereka terpantau melakukan pembelian dan penjualan untuk menyesuaikan portofolio mereka.

Gerak Cepat UBS & Rekan

Sejak awal bulan ini, UBS sudah melakukan empat kali transaksi di saham BUMI. Menurut data Bloomberg, UBS mulai masuk ke saham ini sekitar Juni 2025, kemudian mengatur ulang kepemilikan sesuai dinamika pasar.

Investasi asing lain seperti BlackRock dan Dimensional Fund Advisors juga ikut aktif melakukan penyesuaian kepemilikan di emiten batu bara ini, menunjukkan bahwa saham BUMI masih dianggap sangat likuid dan menarik bagi modal internasional.

Baca Juga : Saham EMAS Laris di Pasar Negosiasi, Transaksi Sentuh Rp 7 Triliun

Alasan Minat di Saham BUMI

Beberapa faktor yang mendorong investor besar terus bermain di saham ini antara lain:

  • Prospek industri batu bara yang masih menjadi tulang punggung ekspor dan sumber pendapatan kuat di beberapa daerah.

  • Fluktuasi harga saham yang besar memberi peluang bagi investor institusi untuk mengambil keuntungan jangka pendek.

  • Diversifikasi portofolio agar tidak terlalu bergantung ke sektor yang sama, terutama ketika pasar global sedang bergejolak.

Risiko & Yang Perlu Diwaspadai

Meskipun keterlibatan institusi besar bisa mendongkrak kepercayaan publik terhadap saham tersebut, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan:

  1. Perubahan regulasi energi dan pertambangan bisa berdampak signifikan terhadap operasional dan profitabilitas perusahaan batu bara.

  2. Volatilitas tajam bisa muncul ketika institusi besar secara tiba-tiba menarik modal dalam jumlah besar.

  3. Konsistensi kinerja perusahaan akan diuji ketika investor menuntut realisasi dari dukungan modal yang besar terhadap proyek, efisiensi, dan laba.