PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan akan segera mengambil langkah pergantian antar waktu (PAW) terhadap salah satu kadernya di DPRD Gorontalo yang belakangan viral lantaran mengaku berniat “merampok uang negara” jika lolos kembali menjadi anggota dewan.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Jumat (20/9). Hasto menegaskan partainya tidak akan memberikan toleransi atas sikap maupun ucapan yang mencederai nilai-nilai perjuangan partai.
“Partai sudah menegaskan, kader yang bersangkutan akan segera diproses PAW. Itu bagian dari komitmen PDIP untuk menjaga integritas,” ujar Hasto.
Menurutnya, pernyataan kontroversial anggota DPRD Gorontalo itu bukan hanya merusak citra partai, tetapi juga melukai rasa keadilan masyarakat. Ia menambahkan, seluruh kader PDIP sudah seharusnya mengedepankan kerja nyata untuk rakyat, bukan justru menyinggung dengan ucapan yang tidak pantas.
Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan anggota DPRD Gorontalo dari PDIP menjadi sorotan publik. Dalam rekaman itu, ia menyebut ingin “merampok uang negara” bila kembali terpilih, yang langsung menuai kritik luas di media sosial.
Hasto memastikan, PDIP akan tetap konsisten menindak tegas kader yang menyalahgunakan jabatan atau mengeluarkan pernyataan yang merugikan nama baik partai. “Kami ingin memastikan kepada publik, PDIP berdiri di sisi rakyat. Jika ada kader yang menyimpang, partai tidak akan segan-segan bertindak,” tegasnya.
Langkah PAW ini diharapkan bisa meredam keresahan masyarakat sekaligus menjadi pelajaran bagi seluruh kader agar selalu menjaga ucapan maupun tindakannya di ruang publik.









