Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
Berita

Renovasi Masjid Baitul Makmur Sukodono Dimulai, Ulama dan Warga Kompak Hadiri Peletakan Batu Pertama

admin124
32
×

Renovasi Masjid Baitul Makmur Sukodono Dimulai, Ulama dan Warga Kompak Hadiri Peletakan Batu Pertama

Share this article
Renovasi Masjid Baitul Makmur Sukodono Dimulai, Ulama dan Warga Kompak Hadiri Peletakan Batu Pertama
Banner RawaMedia

Kabupaten Malang – Renovasi dan pengembangan Masjid Baitul Makmur di Dusun Sawur, Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, resmi dimulai. Dimulainya pembangunan rumah ibadah tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang digelar pada Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Masjid Baitul Makmur itu menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat. Renovasi dan pengembangan masjid dilakukan sebagai upaya meningkatkan sarana ibadah agar lebih nyaman, layak, dan representatif untuk menunjang aktivitas keagamaan warga.

Agenda peletakan batu pertama tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat. Mulai dari jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Dampit, Pemerintah Desa Sukodono, pengurus Ranting NU Sukodono, tokoh masyarakat, takmir masjid, panitia pembangunan, hingga jamaah setempat.

Sejumlah tokoh agama juga hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya KH Hamim Sirojuddin selaku Mustasyar MWCNU Dampit, KH Masyhuri Purnomo selaku Rais Syuriah MWCNU Dampit, serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Dampit, Ustaz Samsul Muarif, M.Pd.

Kehadiran para ulama, tokoh masyarakat, pengurus organisasi keagamaan, dan unsur pemerintah desa menunjukkan adanya dukungan bersama terhadap pembangunan fasilitas ibadah tersebut. Masjid Baitul Makmur selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ibadah dan pembinaan umat di wilayah Dusun Sawur, Desa Sukodono, serta kawasan sekitarnya.

Masjid tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat salat berjamaah. Lebih dari itu, Masjid Baitul Makmur juga menjadi ruang kegiatan keagamaan, pembinaan masyarakat, dan penguatan hubungan sosial antarwarga. Karena itu, renovasi dan pengembangan masjid dinilai menjadi kebutuhan bersama agar fungsi masjid dapat semakin optimal.

Rangkaian kegiatan peletakan batu pertama diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sejumlah sambutan dari panitia pembangunan, pemerintah desa, dan jajaran pengurus MWCNU Dampit.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Makmur, Miskari, SP. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan pelaksanaan program pembangunan dan renovasi masjid. Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

Selanjutnya, Kepala Desa Sukodono, Suharto, menyampaikan dukungan pemerintah desa terhadap upaya pengembangan fasilitas ibadah di wilayahnya. Ia menilai keberadaan masjid yang nyaman dan representatif memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam menunjang kegiatan ibadah dan aktivitas sosial keagamaan.

Pemerintah desa juga memandang renovasi masjid sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kehidupan masyarakat. Dengan adanya fasilitas ibadah yang lebih baik, kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan warga diharapkan dapat berjalan lebih maksimal.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Dampit, Ustaz Samsul Muarif, M.Pd. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan pembangunan sarana ibadah.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan masjid bukan hanya tanggung jawab panitia atau takmir semata. Pembangunan rumah ibadah merupakan ikhtiar bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, renovasi dan pengembangan Masjid Baitul Makmur juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan jamaah saat ini sekaligus generasi mendatang. Masjid yang lebih representatif diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan umat yang semakin aktif, nyaman, dan bermanfaat.

Setelah rangkaian sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama. Doa tersebut dipimpin oleh KH Hamim Sirojuddin.

Doa dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar proses pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Makmur dapat berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Doa bersama itu juga menjadi ikhtiar spiritual agar pembangunan masjid mendapatkan kemudahan.

Rangkaian doa kemudian ditutup oleh Rais Syuriah MWCNU Dampit, KH Masyhuri Purnomo. Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Para undangan dan jamaah yang hadir mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian.

Kehadiran jamaah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral terhadap dimulainya pembangunan rumah ibadah. Warga tampak antusias mengikuti acara sejak awal hingga prosesi utama peletakan batu pertama berlangsung.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama. Prosesi tersebut menjadi simbol resmi dimulainya pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Makmur.

Peletakan batu pertama dilakukan secara bergantian oleh sejumlah tokoh yang hadir. Prosesi tersebut dilakukan oleh KH Masyhuri Purnomo, KH Hamim Sirojuddin, jajaran pengurus MWCNU Dampit, para sesepuh masjid, Kepala Desa Sukodono bersama Kepala Dusun, takmir masjid, imam-imam salat Jumat, panitia pembangunan, hingga jamaah yang hadir.

Prosesi peletakan batu pertama berlangsung penuh kekhidmatan. Kegiatan tersebut diiringi lantunan Salawat Badar yang dipimpin oleh Ustaz Abd Rohman.

Lantunan salawat yang menggema di area masjid menambah suasana religius dalam kegiatan tersebut. Salawat Badar juga menjadi simbol doa, kebersamaan, dan dukungan masyarakat terhadap kelancaran pembangunan Masjid Baitul Makmur.

Momentum itu memperlihatkan kuatnya rasa kebersamaan antarwarga. Para tokoh agama, pemerintah desa, takmir, panitia, dan jamaah hadir dalam satu semangat yang sama, yakni mewujudkan masjid yang lebih nyaman dan bermanfaat bagi umat.

Pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Makmur diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah. Selain itu, pengembangan fasilitas masjid juga diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat. Masjid juga menjadi pusat pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, serta wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Melalui dimulainya pembangunan ini, semangat gotong royong warga Dusun Sawur, Desa Sukodono, kembali terlihat nyata. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan Masjid Baitul Makmur yang lebih representatif.

Keterlibatan tokoh agama, organisasi keagamaan, pemerintah desa, panitia pembangunan, takmir masjid, dan jamaah menunjukkan bahwa pembangunan rumah ibadah tersebut merupakan agenda bersama masyarakat.

Dengan adanya renovasi dan pengembangan ini, Masjid Baitul Makmur diharapkan semakin mampu melayani kebutuhan umat pada masa mendatang. Masjid tersebut juga diharapkan dapat terus menjadi pusat ibadah, pendidikan keagamaan, dan pembinaan masyarakat.

Dengan terlaksananya peletakan batu pertama, pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Makmur Sukodono resmi dimulai. Kegiatan ini menjadi langkah baru dalam pengembangan sarana ibadah sekaligus penguatan kehidupan keagamaan masyarakat Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.