Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
Internasional

Kesaksian Perdana Pemimpin Hamas Angkat Bicara Serangan Israel di Doha

admin@rawamedia.com
96
×

Kesaksian Perdana Pemimpin Hamas Angkat Bicara Serangan Israel di Doha

Share this article
Kesaksian Perdana Pemimpin Hamas Angkat Bicara Serangan Israel di Doha
Banner RawaMedia

Untuk pertama kalinya, pemimpin biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, angkat bicara secara mendetail mengenai sebuah peristiwa yang ia sebut sebagai upaya pembunuhan langsung oleh Israel terhadap dirinya dan para petinggi Hamas lainnya di Doha, ibu kota Qatar.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan jaringan berita Al Jazeera yang disiarkan pada Jumat (19/9/2025), Haniyeh menceritakan momen-momen mencekam saat serangan itu terjadi, sekaligus mengirimkan pesan penentangan yang kuat kepada Israel.

Baca Juga : Di Perbatasan Yordania, Dua Tentara Israel Tewas

Momen Serangan yang Mencekam

Haniyeh mengklaim serangan tersebut terjadi beberapa bulan lalu, menargetkan sebuah kantor yang biasa digunakan oleh para pimpinan Hamas untuk rapat. Ia menggambarkan bagaimana serangan itu terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.

“Saat kami sedang berada di dalam gedung, tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat yang mengguncang segalanya. Langit-langit runtuh, kaca pecah di mana-mana. Itu jelas sebuah serangan presisi yang ditujukan langsung untuk membunuh seluruh pimpinan,” ujar Haniyeh dalam wawancara tersebut.

Ia menambahkan bahwa berkat takdir dan langkah-langkah keamanan internal, ia dan para pemimpin senior lainnya berhasil selamat tanpa cedera serius, meskipun ia mengakui ada beberapa penjaga keamanan yang menjadi korban.

 

Pesan Penentangan dan Gagalnya Israel

Menurut Haniyeh, tujuan utama dari kesaksian perdananya ini adalah untuk menunjukkan kepada dunia apa yang ia sebut sebagai “kegagalan strategis” Israel.

“Musuh kami (Israel) berpikir bahwa dengan membunuh para pemimpin, perjuangan dan perlawanan rakyat Palestina akan berhenti. Mereka salah besar,” tegasnya. “Darah para syuhada justru menyuburkan perlawanan. Serangan pengecut di tanah Qatar ini adalah bukti keputusasaan mereka, dan kegagalan mereka adalah kemenangan bagi kami.”

Haniyeh juga menuduh Israel telah melakukan tindakan “terorisme negara” dengan melancarkan serangan di wilayah kedaulatan Qatar, sebuah negara yang selama ini menjadi mediator kunci dalam berbagai perundingan.

 

Konteks Perang dalam Bayangan

Pernyataan Haniyeh ini membuka kembali tabir mengenai perang rahasia yang telah lama berlangsung antara Israel dan musuh-musuhnya di seluruh Timur Tengah. Israel memiliki sejarah panjang dalam melakukan operasi pembunuhan terhadap para pemimpin faksi Palestina di luar negeri.

Kehadiran biro politik Hamas di Doha sendiri merupakan bagian dari kesepakatan internasional yang didukung oleh Qatar. Kesaksian Haniyeh ini, terlepas dari tujuannya, menjadi pengingat tajam bahwa konflik ini tidak terbatas di perbatasan Palestina, melainkan meluas ke panggung diplomasi dan operasi rahasia di berbagai negara.