Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
Kesehatan

32 Juta Warga RI Ungkap Hipertensi Jadi Ancaman Utama

admin@rawamedia.com
115
×

32 Juta Warga RI Ungkap Hipertensi Jadi Ancaman Utama

Share this article
32 Juta Warga RI Ungkap Hipertensi Jadi Ancaman Utama
Banner RawaMedia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia merilis hasil mengejutkan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) massal yang telah menjangkau lebih dari 32 juta penduduk. Hasil skrining ini memotret sebuah krisis kesehatan tersembunyi, di mana jutaan orang ternyata hidup dengan “bom waktu” penyakit tidak menular (PTM) tanpa mereka sadari.

Dari serangkaian pemeriksaan yang dilakukan, Kemenkes mengungkap beberapa penyakit yang paling banyak ditemukan. Temuan ini didominasi oleh kondisi-kondisi yang dikenal sebagai silent killer atau pembunuh senyap karena seringkali tidak menunjukkan gejala di tahap awal.

 

Tiga Besar Temuan Penyakit Terbanyak

Menurut data yang dipaparkan, tiga kondisi kesehatan dengan prevalensi tertinggi dari hasil skrining puluhan juta warga tersebut adalah:

  1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Menempati urutan pertama sebagai temuan paling umum. Sebagian besar dari mereka yang terdeteksi hipertensi mengaku tidak pernah mengetahui kondisi mereka sebelumnya. Ini mengonfirmasi status hipertensi sebagai ancaman kesehatan terbesar yang tidak disadari oleh masyarakat.
  2. Obesitas Sentral (Perut Buncit): Tingginya angka obesitas, terutama yang ditandai dengan lingkar perut berlebih, menjadi temuan kedua terbanyak. Kondisi ini merupakan pintu gerbang utama untuk berbagai penyakit metabolik lainnya, termasuk diabetes dan penyakit jantung.
  3. Gula Darah Tinggi (Diabetes Melitus): Banyak warga ditemukan memiliki kadar gula darah di atas normal, yang mengindikasikan kondisi prediabetes maupun diabetes. Sama seperti hipertensi, kondisi ini seringkali baru terdeteksi setelah skrining.

 

Kemenkes: “Ini Fenomena Gunung Es”

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., menyatakan bahwa angka yang terungkap ini hanyalah puncak dari gunung es.

“Data dari 32 juta orang yang berpartisipasi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Namun, kami yakin jumlah sebenarnya di masyarakat jauh lebih besar. Inilah mengapa deteksi dini melalui skrining menjadi sangat krusial,” ujar dr. Nadia dalam konferensi pers, Kamis (18/9/2025).

Beliau menambahkan bahwa jika tidak dikelola sejak dini, jutaan penderita PTM ini berisiko tinggi mengalami komplikasi berat di kemudian hari, seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan kebutaan, yang akan menjadi beban berat bagi sistem kesehatan nasional.

 

Ayo Cek Kesehatan, Jangan Tunggu Gejala!

Temuan ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat untuk tidak menunggu munculnya gejala sebelum memeriksakan diri. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk secara proaktif memanfaatkan layanan skrining PTM gratis yang tersedia di Puskesmas terdekat.

Selain itu, Kemenkes terus mengampanyekan gerakan CERDIK sebagai langkah pencegahan utama:

  • Cek kesehatan secara rutin
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin aktivitas fisik
  • Diet seimbang
  • Istirahat cukup
  • Kelola stres

Dengan mengetahui kondisi kesehatan Anda lebih awal, berbagai risiko penyakit berbahaya dapat dicegah dan dikendalikan sebelum terlambat.