Rawamedia.com — Sepanjang tahun 2025, tren penggunaan layanan internet di Indonesia mencatat berbagai perubahan signifikan. Berdasarkan laporan Radar 2025 Year in Review yang dirilis oleh Cloudflare, sejumlah platform digital berhasil menjadi yang paling banyak diakses oleh pengguna internet di Tanah Air.
Cloudflare merupakan perusahaan yang mengelola jaringan distribusi konten global (Content Delivery Network), dan dalam laporannya mengulas perkembangan trafik internet selama setahun terakhir. Meski laporan ini mencakup data di lebih dari 100 negara, Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik karena pola penggunaannya yang dinamis.
Dominasi Layanan Utama
Di tingkat global, layanan milik Google masih menjadi yang paling banyak dikunjungi di dunia — bukan hanya mesin pencari, tetapi juga layanan seperti Google Maps dan Google Calendar. Posisi selanjutnya ditempati oleh Facebook serta Apple, yang masing-masing menduduki peringkat tinggi berdasarkan jumlah akses.
Tak jauh berbeda, Google juga memimpin daftar layanan internet paling populer di Indonesia sepanjang 2025. Disusul oleh sejumlah platform media sosial dan aplikasi pesan yang menjadi favorit pengguna internet di dalam negeri. detikinet
Platform yang Banyak Diakses di Indonesia
Beberapa layanan yang paling sering digunakan oleh netizen Indonesia pada 2025 antara lain:
-
Google – tetap menjadi layanan dengan trafik tertinggi.
-
Facebook – populer sebagai platform media sosial.
-
Instagram – ramai digunakan untuk berbagi konten visual.
-
WhatsApp – jadi aplikasi pesan instan yang dominan.
-
YouTube – favorit untuk konten video.
-
TikTok – meski posisinya turun dibanding 2024, tetap masuk daftar 10 besar.
Selain itu, laporan Cloudflare juga menyebut pertumbuhan minat terhadap layanan AI generatif seperti ChatGPT di Indonesia. Walaupun belum masuk 10 besar secara global, ChatGPT menjadi layanan AI generatif yang paling populer baik di dunia maupun di Indonesia pada 2025. Layanan AI lain yang mendapatkan banyak perhatian adalah Character.AI, Google Gemini, Perplexity, dan QuillBot.
Tren Penggunaan Internet di Indonesia
Menurut laporan tersebut, traffic internet global meningkat sekitar 19% sepanjang 2025, sedangkan trafik internet di Indonesia naik sekitar 17%. Pertumbuhan ini didominasi oleh penggunaan melalui perangkat mobile (59%) yang menunjukkan bahwa ponsel masih menjadi alat utama akses internet oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, perangkat berbasis Android jauh lebih banyak dipakai dibanding iOS, mencerminkan dominasi sistem operasi Android di pasar domestik.
Pertumbuhan popularitas layanan internet dan aplikasi digital ini menggambarkan betapa integralnya internet dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, hingga produktivitas sehari-hari.
Baca Juga : Internet Rakyat Rp100.000 Dinilai Celios Bikin Persaingan Industri Telekomunikasi Lebih Seimbang












