Jakarta – Isu pencampuran etanol dalam bahan bakar bensin jenis Pertalite kembali mengemuka setelah sejumlah laporan motor di Jawa Timur mengalami mogok atau “brebet” usai mengisi Pertalite. Banyak bengkel yang curiga bahwa penyebabnya adalah campuran etanol dalam BBM RON-90 tersebut.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa Pertalite tidak mengandung etanol sama sekali. “Jadi Pertalite saat ini tidak mengandung etanol,” tegasnya dalam konferensi pers terkait keluhan konsumen.
Klarifikasi dan Pemeriksaan Kualitas BBM
Pihak Pertamina juga memastikan bahwa tidak ada kandungan air ataupun kontaminan lainnya dalam Pertalite. Pengujian telah dilakukan dengan metode visual clarity (kejernihan warna) dan pengecekan densitas untuk memastikan kualitas produk. Hasilnya menunjukkan bahwa sampel BBM tersebut sesuai spesifikasi yang ditetapkan pemerintah melalui Lemigas dan Kementerian ESDM.
Dalam satu pernyataan, Koordinator Pengujian Aplikasi Produk Lemigas menyebut bahwa sampel Pertalite yang diuji masih “on spesifikasi” sesuai SK Dirjen Migas Nomor 486 Tahun 2017.
Spesifikasi Singkat Pertalite
Sebagai tambahan, berikut ini spesifikasi dasar Pertalite:
-
Oktan (RON): 90.
-
Kandungan sulfur maksimal 0,05% m/m (setara hingga 500 ppm).
-
Bahan bebas timbal.
-
Cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1.
Apa Artinya Bagi Konsumen?
-
Jika Anda pengguna kendaraan yang mengisi Pertalite, Anda tidak perlu khawatir soal adanya etanol dalam bahan bakar ini, berdasarkan penjelasan resmi.
-
Namun demikian, masalah mogok atau brebet tetap bisa terjadi karena faktor lain seperti kualitas pengisian di SPBU, kondisi mesin kendaraan, atau faktor eksternal lainnya — bukan otomatis karena etanol.
-
Konsumen disarankan untuk menyimpan bukti pembelian BBM dan jika ada masalah segera melapor ke posko atau kanal resmi Pertamina agar dapat ditindaklanjuti.









