Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
banner 325x300
banner 325x300
Banner Utama RawaMedia
Kesehatan

Anak Sering Kedip-kedip Bukan Tanda Cacingan! Dokter Ungkap Fakta yang Wajib Ortu Tahu

admin@rawamedia.com
100
×

Anak Sering Kedip-kedip Bukan Tanda Cacingan! Dokter Ungkap Fakta yang Wajib Ortu Tahu

Share this article
Anak Sering Kedip-kedip Bukan Tanda Cacingan! Dokter Ungkap Fakta yang Wajib Ortu Tahu
Banner RawaMedia

Di tengah masyarakat, kepercayaan bahwa anak yang sering berkedip-kedip secara berlebihan adalah tanda pasti cacingan sudah mengakar kuat. Mitos ini diturunkan dari generasi ke generasi, sehingga banyak orang tua yang langsung memberikan obat cacing saat melihat gejala ini pada anaknya.

Namun, benarkah ada kaitan medis antara mata yang sering berkedip dengan infeksi cacing di usus? Untuk meluruskan hal ini, kami merangkum penjelasan dari para ahli kesehatan anak.

 

Dokter: Kedipan Mata dan Cacingan Adalah Mitos

Para dokter spesialis anak secara tegas menyatakan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos. Tidak ada korelasi medis atau bukti ilmiah yang menghubungkan kebiasaan mata sering berkedip dengan keberadaan cacing dalam sistem pencernaan.

“Tidak ada hubungannya sama sekali. Gejala cacingan itu fokusnya pada masalah pencernaan dan penyerapan nutrisi, sedangkan mata berkedip lebih sering berkaitan dengan kondisi pada mata itu sendiri atau faktor kebiasaan,” jelas Dr. Dian Pratamastuti, Sp.A, seorang dokter anak.

Memberikan obat cacing hanya karena anak sering berkedip adalah tindakan yang tidak tepat dan tidak akan menyelesaikan masalah kedipan tersebut.

 

Lalu, Apa Gejala Cacingan yang Sebenarnya?

Orang tua perlu waspada terhadap infeksi cacing jika anak menunjukkan gejala-gejala yang berhubungan dengan pencernaan, seperti:

  • Nafsu makan menurun drastis.
  • Terlihat lesu, pucat, dan mudah lelah (gejala anemia).
  • Berat badan sulit naik atau bahkan menurun.
  • Mengeluh sakit perut atau mual.
  • Gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari (gejala cacing kremi).

Jika gejala-gejala ini muncul, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

 

Penyebab Sebenarnya Anak Sering Berkedip

Kebiasaan berkedip secara berlebihan (blinking tics) pada anak umumnya disebabkan oleh masalah yang berkaitan langsung dengan mata, antara lain:

  • Mata Lelah (Eye Strain): Akibat terlalu lama menatap layar gawai, televisi, atau membaca buku dalam pencahayaan yang kurang.
  • Mata Kering: Kurangnya lubrikasi pada mata, seringkali diperparah oleh paparan AC atau layar digital (saat menatap layar, frekuensi berkedip alami menurun).
  • Alergi: Rasa gatal pada mata akibat debu, serbuk sari, atau iritan lain membuat anak refleks berkedip untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
  • Masalah Refraksi Mata: Kondisi seperti mata minus atau silinder yang belum terkoreksi dengan kacamata membuat anak sering berkedip atau menyipitkan mata sebagai upaya untuk melihat lebih jelas.
  • Tics Saraf (Kebiasaan): Gerakan involunter (tanpa disadari) yang umum terjadi pada masa kanak-kanak dan biasanya akan hilang dengan sendirinya.

 

Kesimpulan

Jadi, jika anak Anda sering berkedip, jangan langsung memberinya obat cacing. Langkah pertama yang lebih bijak adalah mengevaluasi kebiasaan sehari-harinya, terutama durasi penggunaan gawai. Jika kebiasaan berkedip tidak membaik atau disertai keluhan lain pada mata seperti mata merah atau berair, sangat disarankan untuk memeriksakannya ke dokter spesialis mata.