Memasuki musim pancaroba, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kerap menunjukkan peningkatan. Bagi para orang tua, kewaspadaan tingkat tinggi menjadi sebuah keharusan, sebab perjalanan penyakit DBD pada anak-anak memiliki karakteristik yang unik dan bisa berkembang menjadi parah dalam waktu yang sangat singkat.
Para ahli kesehatan anak mengingatkan bahwa fase paling berbahaya dari DBD justru seringkali datang saat orang tua mengira anaknya sudah mulai sembuh.
Gejala Awal yang Mirip Flu
Pada tahap awal, gejala DBD pada anak seringkali sulit dibedakan dari infeksi virus biasa. Gejala yang muncul antara lain:
- Demam tinggi mendadak (bisa mencapai 40°C).
- Anak terlihat lesu, rewel, dan kehilangan nafsu makan.
- Nyeri di belakang mata, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi.
- Terkadang disertai mual dan muntah.
Karena kemiripan ini, banyak orang tua yang menganggapnya sebagai flu biasa. Namun, di balik gejala umum tersebut, ada fase kritis yang mengintai.
Waspada Fase Kritis: Jebakan Saat Demam Turun
Ini adalah poin terpenting yang wajib dipahami semua orang tua. Fase kritis DBD biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga hari ke-7 sejak demam pertama kali muncul. Ironisnya, fase ini seringkali ditandai dengan turunnya suhu tubuh anak ke angka normal.
“Banyak orang tua yang merasa lega saat demam anaknya turun. Padahal, inilah periode paling berbahaya,” ujar Dr. Aulia Rahman, Sp.A, seorang dokter spesialis anak. “Saat demam turun inilah bisa terjadi kebocoran plasma darah, di mana cairan keluar dari pembuluh darah. Jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan cepat, anak bisa jatuh ke kondisi syok (Dengue Shock Syndrome) yang mengancam nyawa.”
Tanda Bahaya yang Harus Diperhatikan
Segera bawa anak Anda ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat JIKA Anda melihat salah satu dari tanda-tanda bahaya berikut, meskipun demamnya sudah turun:
- Nyeri perut yang hebat dan tak tertahankan.
- Muntah-muntah secara terus-menerus.
- Terjadi pendarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, atau bintik-bintik merah di kulit.
- Anak menjadi sangat lemas, sulit dibangunkan, atau justru sangat gelisah.
- Tangan dan kaki terasa dingin dan lembap.
- Anak tidak buang air kecil selama lebih dari 6 jam.
Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?
- Jangan Panik, Tapi Waspada: Jika anak demam tinggi, jangan langsung mendiagnosis sendiri. Pantau terus kondisinya.
- Pastikan Asupan Cairan Cukup: Berikan banyak minum seperti air putih, jus buah, atau oralit untuk mencegah dehidrasi.
- Kenali Tanda Bahaya: Ingat baik-baik daftar tanda bahaya di atas. Jangan tunda untuk mencari pertolongan medis jika salah satunya muncul.
- Lakukan Pencegahan: Cara terbaik tetaplah pencegahan. Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) secara rutin di lingkungan rumah Anda.










